Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Osaka Electro-Communication University’

Sebuah karya video animasi yang menarik dari Ryota Hiraishi. Video ini dikerjakan sebagai salah satu tugas mata kuliah video animasi di Departemen of Digital Art & Animation, Osaka Electro-Communication University (O.E.C.U). Beberapa karya video animasi para mahasiswa O.E.C.U bisa dilihat di situs Youtube pada channel DIGITALARTANIMATION.

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini saya bersama Hisako Hara berkunjung ke Joint Institute for Advanced Multimedia Studies (JIAMS) yang merupakan bagian dari Osaka Electro-Communication University. Selama menetap di Osaka, JIAMS akan menjadi tuan rumah yang menyediakan fasilitas untuk melakukan riset dan bekerja dengan para mahasiswa. Lokasi JIAMS berada di lingkungan kampus yang berada di kaki pegunungan. Kira-kira 10 menit perjalanan apabila menggunakan bis dari daerah Stasiun Shinobugaoka.

Kampus ini memiliki fasilitas yang terbilang lengkap. Mulai dari studio editing untuk video, studio rekaman audio, studio motion capture dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Lokasinya berdekatan dengan Fakultas Biomedical Engineering. Dalam perjalanan, saya sempat diperkenalkan kepada Masaki Yoshida, Ph.D, seorang profesor yang mengajar di fakultas ini. Ia adalah seorang insinyur mesin yang memiliki spesialisi di bidang gerakan otot. Menurutnya, selama beberapa waktu terakhir ada banyak insinyur mesin di Jepang yang mulai bekerja di bidang kedokteran.

Selepas berkeliling meninjau beberapa fasilitas di kampus, Hisako kemudian mengajak saya menuju ke studio tempatnya bekerja. Di sini, saya juga diperkenalkan kepada Daisuke Kaede, Atsushi Yamaji, Hitoshi Kanamura, dan para staf yang bekerja di JIAMS. Rencananya saya akan menggunakan studio di kampus JIAMS selama berada di Osaka. Lokasinya berdampingan dengan studio Takeshi Nagata (Tochka), yang juga merupakan staff pengajar di jurusan Digital Arts and Animation. Selama beberapa minggu ke depan, saya akan bekerjasama dengan Takeshi untuk menyelenggarakan workshop video bersama-sama dengan para mahasiswa di kampus ini.

Read Full Post »

Saya sampai di stasiun Shin-Osaka sekitar jam 6.30 sore, setelah menghabiskan sekitar dua jam perjalanan dari Stasiun Tokyo dengan menggunakan kereta cepat Shinkansen. Hujan turun rintik-rintik membuat suasana terasa dingin. Tak Berapa lama menunggu, saya mendapat telpon dari Hisako Hara. Dia adalah tuan rumah yang akan bertindak sebagai fasilitator selama saya tinggal di Osaka. Beberapa waktu sebelumnya Hisako pernah berkunjung ke Bandung terkait dengan kegiatan Kita!! Japanese Artist Meet Indonesia.

Selain bekerja sebagai kurator dan kritikus seni, dia juga seorang profesor yang pengajar di Osaka Electro-Communication University, tepatnya di fakultas Information Science & Arts, untuk departemen Digital Art and Animation. Universitas ini terletak di daerah Shijonawate, dimana saya akan menghabiskan waktu selama beberapa minggu untuk melakukan riset dan berkegiatan bersama-sama dengan para mahasiswa. Rencananya saya akan tinggal di daerah ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Fukuoka.

Dari stasiun Shin-Osaka, Hisako kemudian membawa saya ke Stasiun Osaka untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kereta ke arah Shijonawate. Di tengah perjalanan, Hisako bercerita kalau perjalanannya ke Shin-Osaka agak terhambat karena ada insiden bunuh diri di Stasiun Kyobashi. Menurutnya, insiden ini merupakan suatu hal menyedihkan meskipun dianggap sebagai persoalan yang lazim terjadi di Jepang.

Sekitar satu jam kemudian, kami kemudian tiba di Stasiun Shinobugaoka, sebuah kota kecil yang terletak di wilayah Shijonawate. Sebelum mengantar ke apartemen, Hisako mengajak saya untuk makan malam sambil memberikan beberapa informasi yang terkait dengan rencana kegiatan saya di Osaka. Rencananya, kami akan membicarakan masalah ini secara lebih mendetail besok di kampus Osaka Electro-Communication University.

Setelah selesai makan, kami kemudian beranjak untuk menuju apartemen yang letaknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Shinobugaoka. Rupanya Shijonawate adalah kota kecil sehingga lokasinya relatif dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Situasi di Shijonawate sangat jauh berbeda dengan Tokyo. Di sini suasananya lebih sepi karena tidak terlalu banyak orang. Tampaknya kebanyakan yang tinggal di daerah ini adalah mahasiswa yang bersekolah di Osaka Electro-Communication University. Apartemen tempat saya tinggal juga kelihatannya merupakan tempat tinggal mahasiswa.

Sebelum langsung menuju ke apartemen, Hisako mengajak saya untuk membeli beberapa keperluan di sebuah pusat perbelanjaan. Selanjutnya kami kemudian langsung menuju ke apartemen. Hisako meminta saya untuk beristirahat dan berjanji untuk menjemput saya besok pagi. Rencananya kami akan bersama-sama menuju ke kampus Osaka Electro-Communication University dengan menggunakan bus. Malam itu saya memaksakan diri untuk beristirahat meskipun masih dalam keadaan bingung karena harus beradaptasi dengan situasi baru yang menurut saya penuh dengan misteri.

Read Full Post »