Feeds:
Posts
Comments

Archive for November 3rd, 2008

Pesta Bingo di C.A.P Kobe

q2_kobe

Ketika saya berkunjung ke C.A.P. Kobe beberapa minggu yang lalu, Nobuhisa Shimoda mengundang saya untuk menghadiri pesta yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 November 2008. Acara ini katanya merupakan program rutin yang biasanya dihadiri oleh para seniman anggota C.A.P. Kobe dan komunitas masyarakat setempat. Selain pameran, kegiatan ini juga akan diisi oleh program workshop, konser musik, pesta yang katanya akan diselenggarakan selama 1 hari penuh.

Waktu itu saya tertarik untuk datang, meskipun agak ragu mengingat saya belum terlalu akrab dengan situasi di Osaka dan Kobe. Namun setelah melakukan kegiatan di Osaka selama beberapa waktu, saya kemudian memutuskan untuk datang ke Kobe dan menghadiri acara tersebut. Satu hari sebelum berangkat ke Kobe, Hisako Hara mengatakan kalau ia akan berangkat lebih awal karena harus menyiapkan beberapa terkait dengan persiapan acara tersebut. Menurutnya acara akan dimulai siang hari dan akan terus berlanjut hingga malam hari.

Saya memutuskan untuk berangkat agak siang dari Osaka bersama-sama dengan Yap Sau Bin. Sebelumnya kami berjanji untuk bertemu di Stasiun Osaka. Namun kemudian kami memutuskan untuk langsung bertemu di Stasiun Sannomiya, untuk kemudian bersama-sama menggunakan kereta Port Liner menuju venue yang terletak di daerah pelabuhan Kobe. Hari sudah menunjukan pukul 6 sore ketika kami bertemu di Stasiun Sannomiya. Selanjutnya kami langsung bergegas menuju ke daerah pelabuhan Kobe dengan menggunakan kereta. Begitu tiba, suasana di C.A.P. Kobe sudah ramai seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

Sebelum masuk ke dalam ruangan, kami diminta untuk membeli tiket masuk berupa passport seharga 600 Yen. Begitu masuk, saya melihat sekelompok anak kecil sedang terlibat dalam sebuah kegiatan workshop. Sementara itu, di ruangan yang sama saya melihat banyak orang tengah melakukan berbagai macam aktifitas. Beberapa diantaranya tampak sibuk menjaga beberapa stand kecil yang berjualan makanan, minuman, t-shirt, aksesoris, buku, dsb. Sementara itu, sebuah gudang disulap menjadi ruangan bioskop yang memutar film yang menuturkan sejarah kota Kobe. Bagi saya, suasananya relatif mirip dengan kegiatan yang sering diselenggarakan oleh Jendela Ide di Bandung.

Hisako kemudian mengajak saya dan Yap Sau Bin untuk berkeliling menyaksikan pameran dan beberapa kegiatan yang diselenggarakan di ruangan lain. Beberapa seniman menampilkan karya mereka di ruangan bekas pabrik yang tampaknya sudah agak lama dikosongkan. Di dek lantai atas, saya bertemu dengan Takuro Iwabuchi dari Space 208. Rupanya ia baru saja selesai melakukan kegiatan di tempat ini. Dari atas dek, saya kemudian dapat menyaksikan pemandangan di sekitar pelabuhan Kobe.

Tidak berapa lama, kami kemudian kembali ke ruang utama. Hisako Hara lalu memperkenalkan saya kepada beberapa seniman yang terlibat di dalam kegiatan ini. Setelah itu, saya memutuskan untuk menonton film di ruang bioskop darurat selama beberapa saat. Lewat film ini, saya kemudian mendapatkan gambaran mengenai berbagai kegiatan masyarakat di kota Kobe yang sejak dahulu memang merupakan kota pelabuhan yang merupakan pintu masuk bagi para pedagang yang datang dari berbagai belahan dunia.

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam ketika suasana di dalam ruangan utama mulai semarak oleh lampu yang berwarna-warni. Sayup-sayup, terdengar musik yang secara perlahan merubah menjadi lebih semarak. Hisako Hara memberitahu kalau acara puncak akan segera di mulai. Ia memberi sebuah kartu bingo kepada saya dan Yap Sau Bin. Tak berapa lama, seorang kapten yang mengendarai perahu berwarna putih memasuki ruangan.

Meskipun terasa agak janggal, saya sangat menikmati suasana malam itu. Kami kemudian larut dalam permainan bingo yang menyediakan bermacam hadiah bagi para pemenang. Hisako Hara dan Yap Sao Bin berhasil mendapatkan hadiah ketika mendapatkan deretan angka di kartu mereka. Beberapa peserta yang lain bersorak dengan riang ketika ikut berhasil mendapatkan hadiah perlombaan bingo yang diikuti oleh para anak-anak sampai orang tua. Untuk perlombaan kali ini, seorang direktur perusahaan taksi memberikan hadiah berkeliling kota Kobe untuk beberapa pemenang. Sayang malam itu saya kurang beruntung dan tidak mendapatkan hadiah satupun. Walau begitu, saya merasa senang dapat menghadiri acara ini karena berkesempatan untuk merasakan suasana yang intim di tengah-tengah situasi kota Kobe yang masih terasa asing.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.